selamat datang

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, 20 February 2016

Pedan kepada anak gadis

Pesan seorang Ayah kepada anak gadisnya..

Duhai anakku,
kemarin aku bertemu teman temanku,
Mereka dgn bangga menceritakan anak2nya yg baru selesai S3,

ada yg baru saja datang ke wisuda anaknya di melbourne,
ada yg bangga krn anak semata wayangnya sdh menjadi dokter,
ada yg bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer,
ada yg bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl,
ada yg bangga karena anaknya menjabat asisten manager,
ada yg bangga karena anaknya menjadi fashion designer,

ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pd mereka semua,

Bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu...
Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia,
Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara,
Yang pribadinya ayah doakan mampu menjadi anak sholihah.

ayah tak pernah memintamu utk mampu menjadi mereka,
atau bahkan melebihi mereka, krn ayah sadar kebahagiaan dunia takkan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yg slalu ayah cinta.
Dengan kesederhaan dan hijab syar'inya,
Dengan ketaatanmu kepada Allah semata,
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja,

Cukuplah tutup auratmu,
Cukuplah jadikan Al-qur'an sebagai teman hidupmu,
Cukuplah doamu slalu untukku,

Duhai putriku,,,
Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih Jannah Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya.

Maka ayah akan slalu bangga memilikimu,
Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.
Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka.

Sungguh.! ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah. sedang dunia dan rizeki yg lainnya semata mata bonus dari Alloh Ta'ala saja 🙏🏻🙏🏻

Tuesday, 2 February 2016

Kesaksian muallaf tentang islam

Nama saya Erika. Saya wanita berumur 23 tahun dan dari keturunan negara Latin. Tepatnya dari negara Mexico. Sekarang ini saya melanjutkan studi di Universitas New York (New York University).

Pertama kali saya jatuh hati dengan Islam ketika saya tinggal beberapa bulan di India bekerja sebagai guru sukarela untuk orang-orang miskin. Walaupun India bukan negara mayoritas Muslim tapi agama Islam dianut secara luas. Di mana-mana ada masjid dan dengan mudah ketemu dengan orang-orang Islam. 

Terus terang sebagai katolik saat itu, yang paling menarik bagi saya dalam Islam adalah konsep moniteisme yang sederhana, jelas dan tegas. Sementara sejujurnya sejak saya mulai dewasa saya tidak pernah puas dengan konsep ketuhanan dalam agama saya. Bahkan diam-diam saya menentangnya karena akal sehat saya tidak bisa menerima penjelasan para pendeta saat itu.

Sejak kembali dari India saya diam-diam mendalami Islam. Membaca terjemahan Al-quran dan beberapa buku tentang nabi Muhammad dan sejarah Islam. 

Sebelum datang ke Amerika saya belum pernah membayangkan kalau di Amerika saya akan ketemu dengan orang-orang Islam. Ternyata di negara ini begitu bangak orang Islam, bahkan lebih membanggakan karena rata-rata terdidik dan berprofesi. 

Saya kemudian kenalan dengan beberapa orang Islam. Salah satunya adalah Chika Nakamura. Beliau juga muallaf keturunan Jepang. Dialah yang kemudian lebih meyakinkan saya akan kebenaran Islam. 

Dalam waktu singkat saya memutuskan untuk mengikrarkan syahadat dan memeluk Islam. Akhamdulilah sejak itu saya memperdalam ilmu Islam saya di Nusantara Foundation di bawah asuhan Imam Shamsi Ali. 

Saya sangat bersyukur setelah masuk Islam. Karena selain saya merasakan ketenangan batin, juga saya lebih yakin dengan agama yang saya anut. Hatindan pikiran saya terasa harmoni dan menyatu. Sehingga benar-benar melahirkan rasa tenang dalam hidup saya. 

Saya sebenarnya tertarik untuk memakai jilbab sejak saya mulai mendalami Islam. Saya mempelajari arti dari hijab dan manfaatnya dalam kehidupan seorang wanita. 

Selain itu saya melihat memakai jilbab itu punya daya tarik tersendiri. Ada rasa aman, percaya diri, dan juga merasakan kedekatan dengan Tuhan. 

Sejujurnya ketika saya mulai memakainya ada rasa khawatir. Bukan takut. Kekhawatiran saya adalah kepeda keluarga khususnya karena mereka pasti akan terkejut dengan perubahan saya. Apalagi dalam suasana di mana Islam ditampilkan sebagai agama yang membahayakan. 

Nasehat saya untuk Muslimah di seluruh dunia adalah teruskan belajar Islam. Dengan ilmu orang-orang Islam akan mendapatkan kemuliaannya. Bangun rasa percaya diri. Jangan minder hanya karena tantangan atau bahkan cercaan orang lain. 

Insya Allah dengan percaya diri, ilmu dan komitmen mempraktekkan Islam orang-orang di sekitar kita akan semakin sadar bahwa Islam bukanlah seperti yang mereka pahami secara salah. 

Saya sendiri sekarang semakin merasa nyaman dengan Islam. Selain karena semakin tahu, bertambah keyakinan, juga saya mendapat pekerjaan yang baru di negara Oma sebagai guru taman kanak-kanak. Saya bahagia bisa hidup di tengah-tengah mayoritas Muslim. Semakin memperkuat rasa percaya diri saya sebagai seorang Muslim.

Terima kasih.

(Alhamdulillaah...).

Sunday, 3 January 2016

Wanita sholehah

Wanita shalihah konsisten menjaga aurat, di tengah serangan trend fashion sesat yang memanjakan syahwat

Wanita shalihah sebaik-baiknya perhiasan dunia, diakhirat menjadi bidadari surga, berbahagialah pria yang menikahinya

Wanita shalihah seperti Aisyah, selain mengurus rumah juga getol berdakwah, tempat bertanya saat sahabat ada masalah

Wanita shalihah seperti Khadijah, tak kenal lelah memberi dukungan dakwah meski masalah yang mendera terus bertambah

Wanita shalihah seperti Nusaibah, menyiapkan semua anak laki2-nya tuk berperang, menyambut peluang syahid yang terbentang

Wanita shalihah seperti Fatimah, pantang gundah meski kehidupannya susah, kasih sayangnya untuk suami selalu berlimpah

Wanita shalihah sadar akan peran mulianya sebagai istri, ibu dan pengatur rumah tangga

Wanita shalihah jaga pergaulan dgn ikhwan, tegas menolak ajakan berpacaran

Wanita shalihah membasahi lisannya dengan bacaan quran, bukan obrolan tanpa faedah yang melenakan bahkan menjerumuskan

"Wanita shalihah bukanlah benda duniawi, ia adalah seseorang yang memberimu peluang tuk kebaikan akhirat"

(Abu Sulaiman Addarani)

Saturday, 2 January 2016

Allah menciptakan sesuatu berpasangan

ISILAH TITIK-TITIK DI BAWAH INI DALAM HATI DENGAN JUJUR

1. Allah menciptakan tertawa dan...
2. Allah itu mematikan dan...
3. Allah menciptakan laki-laki dan...
4. Allah memberikan kekayaan dan...

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Menangis.
2. Menghidupkan.
3. Perempuan.
Tapi bagaimana dengan no. 4?
Apakah Kemiskinan?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam surat An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai berikut :

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"Dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An-Najm : 43).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"Dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan."
(QS. An-Najm : 44).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"Dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. "
(QS. An-Najm : 45).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"Dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan." (QS. An-Najm : 48).

Ternyata jawaban kita benar hanya pada no. 1-3, sedang jawaban untuk no. 4 keliru.
Jawaban Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an bukan Kemiskinan, tapi Kecukupan.

Subhanallah...
Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi "Kekayaan dan Kecukupan" kepada hamba-hambaNya.
Dan ternyata yang "menciptakan" Kemiskinan adalah diri kita sendiri.

Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.
Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, berhenti mengeluh, berhenti mengatakan rejeki kecil, agar kita menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur.

Friday, 1 January 2016

Kisah nyata perseteruan dua bersaudara di pengadilan saudi

💥 Renungan hikmah 💥
بسيم الله الرحمن الرحيم

Aku mengetahui satu bagian dari kasus dua orang bersaudara yang diperkarakan di pengadilan Saudi. Perkara tersebut telah memakan beberapa waktu lamanya hingga hakim memutuskan perkara tersebut.

Rincian perkara tersebut adalah perselisihan dan pertengkaran keras antara dua bersaudara.

Sang kakak telah mencapai usia 50 tahun, dan dialah yang dikalahkan dalam perkara tersebut. Hakim telah memutuskan perkara berpihak kepada adiknya. Sang Kakak terus menangis saat putusan hukum dibacakan. Dia menangis di dalam pengadilan hingga basah jenggotnya.

Maka apakah yang membuatnya menangis? Apakah karena anak-anaknya tidak berbakti? Ataukah dia kalah dalam perkara tanah yang diperselisihkan? Ataukah sang istri yang meminta cerai? Atau bagaimana menurut anda?

Yang terjadi bukan itu semua. Yang membuat Sang Kakak menangis adalah kekalahannya dalam perkara yang sangat aneh. Dia kalah oleh adiknya dalam perkara perawatan Sang Ibu lanjut usia yang tidak memiliki apapun selain satu cincin tembaga.

Pada asalnya, Sang Ibu berada pada perawatan putra sulungnya yang tinggal sendirian. Saat usia lanjut telah mendatanginya, datanglah Sang Adik dari kota lain untuk mengambil Sang lbu untuk diajak tinggal bersama dengan keluarganya. Namun Sang Kakak menolak dengan hujjah bahwa dia mampu merawat Sang Ibu. Maka merekapun banyak berselisih tentang masalah ini.

Lalu, pada akhirnya perselisihan ini dibawa sampai ke pengadilan agar hakim memberikan keputusan di antara keduanya. Akan tetapi pertemuan di pengadilan tersebut memanas dan berlangsung berkaili-kali sementara masing-masing bersikukuh bahwa dia yang lebih berhak untuk merawat sang Ibu yang sudah itu.

Di pengadilan itu Hakim meminta untuk dihadirkan Sang Ibu guna ditanya. Lalu dua bersaudara tersebut nenghadirkan Sang Ibu dengan saling bergantian menggendong sang Ibu yang sudah kurus dan tidak kuat lagi berjalan. Tatkala Hakim bertanya kepadanya siapakah yang lebih dia pilih untuk tinggal bersamanya, dia menjawab: ‘Ini adalah mata
(kesayanga)ku” Seraya memberikan isyarat kepada putra sulungnya. “Dan ini adalah mata (kesayangan)ku yang lain”.

Seraya memberikan isyarat kepada putra bungsunya. Maka sang hakim terpaksa memberikan urusan yang sesuai menurut pendapatnya.

Maka Sang Hakim memutuskan sang Ibu hidup bersama dengan Sang Adik. Merekalah yang lebih mampu merawat Sang Ibu.

Disaat Hakim membacakan keputusan tersebut Sang Kakak pun menangis sejadi-jadinya, air matanya menangis tanpa bisa dihentikan hingga membuat setiap orang di sekitarnya ikut menangis.

Betapa mahalnya air mata yang dia curahkan, air mata penyesalan karena tidak memiliki kemampuan untuk merawat ibunya setelah dia menjadi tua. Betapa besar peran Sang ibu untuk sebuah perlombaan guna berbakti kepada dirinya.

Sungguh andai saja aku mengetahui bagaimana dia mendidik kedua putranya hingga keduanya sampai berlomba untuk merawat Sang Ibu hingga meminta keputusan pengadilan.

Sesungguhnya ini adalah sebuah pelajaran yang jarang dalam masalah berbakti kepada kedua orang tua pada masa yang di dalamnya berbakti kepada orang tua menjadi barang langka.

Menangislah wahai orang orang yang durhaka kepada kedua orang tua, mudah-mudahan hatimu menjadi lembut, dan membuatmu merasa iba dengan ibumu.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,

“Semoga hina, kemudian semoga hina, kemudian semoga hina.” Kemudian beliau ditanya, “ Siapa ya Rasulallah?” BeIiau menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya di masa tua, salah satunya atau keduanya, lalu ia tidak masuk surga.’

(HR. Muslim:6462)

(Oleh : Mamduh Farhan Al-Buhairi, Qiblati edisi 10/!!!. )
✨🙏✨ بارك الله فيكم. ....

Wednesday, 23 December 2015

Syair tentang wanita

اَلْأُنْثَى: كَالْقَهْوَةِ، إِذَا أَهْمَلْتَهَا أَصْبَحَتْ بَارِدَةً، حَتَّى فِيْ مَشَاعِرِهَا

Perempuan itu seperti kopi, 
jika engkau abaikan,  ia menjadi dingin, sampai dalam hal cita rasanya

. عِنْدَمَا تَصْمُتُ الْأُنْثَى أَمَامَ مَنْ تُحِبُّ، تَأْتِي الْكَلِمَاتُ عَلَى هَيْئَةِ دُمُوْعٍ

 Saat perempuan diam di depan orang yang ia cintai, 
maka muncullah banyak kata dalam bentuk air mata!!

اَلْأُنْثَى: فِي الْبِدَايَةِ تَخَافُ أَنْ تَقْتَرِبَ مِنْكَ، وَفِي النِّهَايَةِ تَبْكِيْ حِيْنَ تَبْتَعِدُ عَنْهَا، قَلِيْلٌ مَنْ يَفْهَمُهَا

 Perempuan itu, pada mulanya takut untuk mendekatimu, 
namun pada akhirnya, ia menangis saat engkau menjauh darinya .. 
sedikit sekali orang yang memahaminya

. اَلْأُنْثَى: لَا تُرِيْدَ مِنْكَ الْمُسْتَحِيْلَ، هِيَ فَقَطْ تُرِيْدُكَ أَنْ تَكُوْنَ مِثْلَ الرَّجُلِ الَّذِيْ تَتَمَنَّاهُ أَنْتَ لِشَقِيْقَتِكَ

 Perempuan itu tidak menginginkan kemustahilan darimu, 
dia hanya menginginkan agar engkau seperti lelaki yang engkau bayangkan tentang saudari kandungnya

. اَلْأُنْثَى: إِمَّا كَيْدٌ عَظِيْمٌ، أَوْ حُبٌّ عَظِيْمٌ! وَأَنْتَ مَنْ يُحَدِّدُ أَيُّهَا الرَّجُلَ، فَإِنْ مَكَرْتَ بِهَا مَكَرَتْ بِكَ، وَإِنْ أَحْبَبْتَهَا عَشِقَتْكَ

 Perempuan itu tipu daya besar atau cinta agung, 
dan engkau lah yang menentukannya wahai lelaki..
jika engkau membuat makar atasnya, diapun membuat makar kepadamu, 
dan jika engkau mencintainya, ia pun kasmaran terhadapmu

بِقَدْرِ مَا تُحِبُّ الْأُنْثَى هِيَ تَغَارُ، لِذَا أَيُّ أُنْثَى تَجُنُّ غِيْرَةً، هِيَ تَجُنُّ حُبًّا

 Sesuai dengan tingkat cintamu kepada perempuan, 
seperti itulah ia cemburu,  karenanya,  apa saja yang membuat perempuan menjadi gila karena cemburu,  itu juga yang membuatnya gila karena cinta.

اَلْأُنْثَى: تُدَاوِيْ وَهِيَ مَحْمُوْمَةٌ، وَتُوَاسِيْ وَهِيَ مَهْمُوْمَةٌ، وَتَسْهَرُ وَهِيَ مُتْعَبَةٌ، وَتَحْزَنُ مَعَ مَنْ لَا تَعْرِفُ

Perempuan itu :
mengobati, padahal dia sedang demam, 
membantu, padahal dia susah, 
begadang, padahal lelah, dan..
berduka terhadap seseorang yang tidak dikenalnya

َلْأُنْثَى : تُحِبُّ أَنْ تُعَامَلَ كَطِفْلَةٍ دَائِماً مَهْمَا كَبُرَتْ

Perempuan itu selalu ingin diperlakukan seperti bocah kecil, 
betapapun ia menua

. لَا تَطْرُقْ بَابَ قَلْبِ الْأُنْثَى، وَأَنْتَ لَا تَحْمِلُ مَعَكَ حَقَائِبَ الِاهْتِمَامِ

 Jangan berani-berani mengetuk pintu hati perempuan 
jika engkau tidak membawa berkoper-koper perhatian.

عِنْدَمَا تَغَارُ الْأُنْثَى: اُرْسُمْ قُبْلَةً عَلَى يَدَيْهَا، دَعْهَا تَشْعُرُ بِأَنَّها نِعْمَةٌ مِنَ اللهِ لَدَيْكَ

 Saat perempuan cemburu, buatlah lukisan ciumanmu pada kedua tangannya, biarkan dia merasakan bahwa dia merupakan kenikmatan Allah SWT yang sangat besar bagimu.

اَلْأُنْثَى اَلْهَادِئَةُ، اَلنَّاعِمَةُ، أكْثَرُ ضَجِيْجًا بِقَلْبِ الرَّجُلِ

 Perempuan, yang tenang, nan lembut, 
ternyata pembuat kebisingan terbesar pada hati lelaki.

اَلْأُنْثَى: وَإِنْ قَسَتْ؛ فَإِنَّهَا لَا تَخْلُوْ مِنْ مَشَاعِرِ الْعَطْفِ، وَالرَّأْفَةِ

 Perempuan itu, meskipun keras hati, sebenarnya tidak pernah kosong dari rasa simpati dan kasih sayang.

لَا يَحْتَمِلُ جُنُوْنَ الْأُنْثَى وَغِيْرَتَهَا، إِلَّا رَجُلٌ أَحَبَّهَا بِصِدْقٍ

 Tidak ada yang mampu menanggung kegilaan perempuan dan kecemburuannya, kecuali lelaki yang mencintainya dengan sebenarnya.

لَيْسَ عيَباً أنَ يَتَعَلَّمَ الرَّجُلُ مِنْ قَلْبِ الْأُنْثَى شَيْئا يَجْعَلُهُ أكَثرَ إِنْسَانِيَّةً وَرِقَّةً

 Tidak aib jika lelaki mau belajar dari hati perempuan sesuatu yang menjadikannya semakin manusiawi dan semakin lembut.

اَلْأنثىْ : تَخشىْ الخيانْة ، وَالفقدانْ ، وَالغيابْ ، ولا تسَتطيع بسهولة نسيانْ غائبْ أحَبته ، تظل تراقِبه منْ بعد

 Perempuan itu takut dikhianati, takut kehilangan, takut tiada, dan tidak mudah melupakan seorang yang tiada yang dicintainya, 
ia terus menerus mengawasinya dari jauh

.للأنثى : أن تربي طفلاً بلا أب ، لكن لا يمكن للرجل أن يربي طفلاً بلا أمهنا روعه الأنثى

 Mungkin perempuan mengasuh anak tanpa seorang ayah, tetapi,  tidak mungkin lelaki mengasuh anak tanpa ibu. 
Di sinilah terletak keindahan perempuan.

مَتى مآ كُنت 'رجُل' تكُن لك «امرأة

 Jikalau kamu benar-benar lelaki, pasti punya perempuan

مَتى مآ كُنت 'ذكَر' تكُن لك «أنثى

 Jikalau engkau jantan, pasti punya betina

مَتى مآ كُنت 'ملِك' تكُن لك «أميرة

 Kapan engkau menjadi raja, pasti ada ratu

مَتى مآ كُنت 'عاشِق' تكُن لك «متيمة

 Kapan engkau kasmaran, pasti perempuan itu seperti seorang yang kehilangan anak

فلا تكُن 'لاشيء' وتُريدهآ أن تكون «كل شيء

 Jangan sampai engkau tanpa apa-apa 
sementara engkau menginginkan perempuan segala-galanya

عندمآ تُنفخ فيك الروح تكون في بطن امرأة

 Ingatlah, 
saat ruh ditiupkan kepadamu, engkau ada di rahim perempuan.

عندما تبكي، تكون في حضن امرأة

 Saat engkau menangis, engkau ada di pangkuan perempuan

وعندما تعشق، تكون في قلب امرأة

 Saat engkau kasmaran, engkau ada di hati perempuan

رفقاً بهآ .. فالاُنثى أمانة ،، مآ خُلِقَت لﻹهانة

 Karenanya, perlakukan perempuan dengan penuh kelembutan.
Perempuan itu dicipta sebagai amanah, bukan dicipta untuk dihinakan

فلتحيا كل أنثي ... متزوجة ، أو عازبة ، أو مطلقة ، أو كانتّ أرملة

 Maka..hidup perempuan!!! 
Adakah ia bersuami, atau gadis, atau janda cerai, ataupun janda mati…

Saturday, 19 December 2015

Sistem pendidikan terbaik

Sistem Pendidikan Terbaik
Oleh: Muhammad Husnan

Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?
Rektor menjawab, "paling bawah mulai dari SD selama  6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 - 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.

Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya? Tanya Sang Ulama.
Iya, jawab rektor tersebut.
Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat? Tanya kembali Sang Ulama.
Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami. Jawab si rektor.

Jika Lulus SMP bagaimana?
Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service, jawab kembali si rektor. Kalau SMA bagaimana?
Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan, lanjut si rektor.

Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana? Bertanya kembali Sang Ulama. Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan, kata si rektor.

Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya? Tanya kembali sang Ulama. Iya betul, jawab si rektor.

Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan. Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur'an, apakah bisa hapal 30 juz? Tanya Sang Ulama. Inshaa Alloh bisa, jawab si rektor dengan yakin. Apakah ada hafidz Qur'an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD? Kembali tanya Sang Ulama. Tidak ada, jawab si rektor.

Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun? Bisa, jawab si rektor. Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service? Tidak ada, jawab kembali si rektor.

Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur'an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur'an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik? Tanya kembali ulama tersebut. Tidak ada, jawab si rektor. Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

Anda mulai paham maksud Saya? Ya, jawab si rektor.

Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu? Kurang lebih 2-3 jam, jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor, jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat inshaa Alloh dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur'an karena orang yang mempelajari Al-Qur'an, Alloh akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur'an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur'an. Hafidz Qur'an adalah salah satu karyawan Alloh dan Alloh sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut. Mari kita didik diri dan keluarga kita agar senantiasa selalu membaca, mempelajari, dan menghapal Al-Qur'an agar hidup kita dimudahkan dan berkecukupan. Totalitas menjadi karyawan Alloh bukan hanya karyawan dari seorang manusia.

Semoga bermanfaat.
Silahkan dishare agar semakin banyak yang terinspirasi untuk mempelajari dan menghapal Al-Qur'an

Thursday, 10 December 2015

Pentingnya pendidikan

Selamat pagi sahabat @kak_echo mari kita baca inspirasi sejenak

Orang-orang Cina zaman kuno dulu ingin hidup dalam kondisi aman, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya.
Akan tetapi...... 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan, musuh tidak butuh menghancurkan tembok atau memanjatnya untuk menerobos masuk. Tapi cukup bagi mereka setiap kali perang menyogok penjaga pintu gerbang, kemudian mereka masuk melalui pintu.

Perhatian orang Cina di zaman itu disibukkan dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan
sebelum membangun apapun.
Salah seorang orientalis mengatakan:
"Apabila anda ingin menghancurkan peradaban sebuah umat, ada tiga cara untuk melakukannya:

1. Hancurkan tatanan keluarga.
2. Hancurkan pendidikan.
3. Hancurkan keteladanan dari orang-orang yang jadi panutan dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga
caranya dengan mengikis peranan ibu.
Jadikan mereka malu menjalani peran sebagai ibu rumah tangga.

Untuk menghancurkan pendidikan;
jangan jadikan para pendidik sebagai orang yang penting dalam masyarakat.
Kurangi penghargaan terhadap mereka, hingga para pelajar meremehkannya.

Untuk menghancurkan keteladanan
rusak akhlak para ulama dan tokoh masyarakat. Hingga tidak ada yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.

Apabila ibu-ibu tidak punya kesadaran, para guru yang ikhlas lenyap, dan para ulama panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?!"

Saat itulah kehancuran umat akan terjadi. Sekalipun tubuh terbungkus pakaian mewah, bernaung di bangunan megah dan dibawa dengan kendaraan super wah.
Apakah saat ini sedang terjadi?!

WASPADALAH !!

comment